Sunday, 8 June 2014

Tuhan..

Pernah aku bertanya pada diriku sendiri, kenapa aku bisa menyayangimu? Dan jawaban yang datang selalu karena aku merasa perlu untuk melakukannya. Menyayangimu, sudah jadi bagian dalam kebutuhan sehari-hariku. Aku perlu menyanyangimu, untuk bisa bahagia. 
Aku perlu melihat senyumu, untuk bisa merasa kebaik-baik saja-an.
Aku perlu kehadiranmu, untuk bisa meyakini bahwa kehadiranku adalah sesuatu yang kuperlukan. 
Kamu, membuatku memerlukan hidup ini, bukan hanya agar aku bisa selalu bersama-sama denganmu—tapi juga karena rasa sayangmu, mampu membuatku menilai kehadiran diriku sendiri dengan sepantasnya. 
Aku akan bertahan hidup semampu yang kubisa, untuk bisa terus merasakan sayang yang kamu miliki—dan juga untuk terus bisa menjadi bagian dari mereka yang tengah kusayangi.


Dulu, bertahan hidup, tidak pernah sepenting ini
Dulu, disayangi, tidak pernah terasa sehangat ini
Dulu, mempercayai seseorang, tidak pernah bisa senyaman ini - falafu


*****

Tuhan..
mata pria yang ku sayangi ini sangat amat teduh..
boleh ya, mata teduh kepunyaannya menatap lekuk senyumku selamanya?
boleh ya, senyum hangat kepunyaannya aku pandangi selamanya?
boleh ya, aku terus memeluk tubuhnya untuk selamanya?


Tuhan..
terimakasih banyak telah mengirimnya tuk masuk dan memberi warna baru dalam hari-hariku.
tuk membuatku merasa bahwa disayangi seseorang dapat membuatku berpikir bahwa keberadaanku di dunia  ini amatlah berarti. tuk membuatku merasa percaya (lagi) untuk menaruh hati kepada seseorang..

terimakasih banyak telah menuliskan takdir yang begitu indah.
aku sangat amat bersyukur dapat disayangi dengan sangat amat oleh sosok yang sangat baik.
aku sangat menyayanginya. dan aku yakin Kau pun tau hal itu.
berikan selalu petunjukMu tuk membuktikan bahwa dia adalah apa yang selama ini ku pinta padaMu.
bukan, bukan aku tidak mempercayai rasa sayangnya..
hanya saja, Kau pasti tau, aku telah bosan jika harus dipeluk oleh rasa sakit hati (lagi).
hanya saja, terkadang pikiran yang membuat hipotesis dikepala ini hampir meledak, datang.

Tuhan..
buatlah aku sepenuhnya meyakini, bahwa dialah orangnya.
dialah sosok yang selama ini aku pinta.
sosok yang selalu ada dalam doaku padaMu satu tahun belakangan ini..
buatlah aku sepenuhnya mempercayainya.

Tapi, Tuhan..
sungguh. aku sangat menyayanginya.
buatlah selalu aku merasakan hal ini.
dan kumohon.. buatlah selalu dia pun, merasakan hal yang tak berbeda

Tuhan.. sekali lagi, terimakasih banyak.
jika pun ada kata yang lebih dari 'terimakasih banyak' maka aku akan memilikinya saat ini juga..

xo.

No comments:

Post a Comment